27 August 2020

 

Dua belas amalan pada malam dan hari ‘asyuro (10 Muharram)

1.      Memperbanyak Shalat sunnah (Shalat sunnah mutlak)

Sabda Nabi Muhammad SAW :”Barangsiapa yang menghidupkan malam tanggal 10 muharram dengan memperbanyak ibadah dan melaksanakan shalat sunnah empat roka’at yang pada setiap raka’at membaca surat Al-Fatihah satu kali dan surat Al-Ikhlas 51 kali, maka Allah SWT mengampuni dosa-dosanya selama 50 tahun.

2.      Berpuasa, diutamakan pada tanggal 9 dan 10 muharram

3.      Bersilaturahmi

4.      Memperbanyak sedekah

5.      Bersuci (Mandi)

6.      Memakai celak

7.      Berziaroh kepada orang alim

8.      Menyambangi orang sakit

9.      Mengusap kepala (berbuat baik/menyantuni) anak yatim

10.  Bersedekah (membahagiakan keluarga)

11.  Memotong kuku

12.  Membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali.

Bacaan yang baik dibaca pada malam dan pagi “asyuro”

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ,وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ وَاللّهُ اَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ وَاللّهُ اَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَا مَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّالْعَالَمِيْنَ.

حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ 70 x

Maha suci Allah yang penuh mizan, puncak pengetahuan, Arasy yang penuh keseimbangan, segala puji milik Mu, Allah Maha besar tida ada yang lepas dari aturan Mu. Maha Suci Engkau, sejumlah bilangan ganjil dan genap, sejumlah kalimat yang sempurna, aku bermohon keselamatan dengan penuh kasih sayang Mu Ya Ar hamarrohimin

Cukup Allah untukku sebaik-baik wakil dan penolong. 70x

 

 


Pondok Tahfidz Yatim Piatu Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Nuurul Falaah

Menerima titipan Infaq dan Shadaqoh untuk anak-anak yatim/piatu

Bisa melalui No rek : BNI 043515722

Atau langsung ke alamat : Rt. 07 Rw. 03 Ds. Karangmangu, Kec. Kramatmulya, Kab. Kuningan

 


17 April 2020

Bulan Ramadhan segera menjelang, Rahmat dan ampunan Allah Swt. pun akan datang, lengkap dengan pahala-Nya yang menjulang. Di saat seperti ini, Rasulullah telah memberi sunnah.


Pertama, memperbanyak puasa sunah di bulan sya’ban (HR Bukhari). Secara eksplisit, Rasul mengajak membiasakan puasa sunah sebagai latihan menghadapi medan pertempuran melawan hawa nafsu yang sesungguhnya : puasa fardhu. Secara implisit, disunnahkan secara fisik dan kejiawaan kita dikondisikan, kesehatan dijaga, hati ditautkan. Pelan-pelan kerinduan kepada bulan suci dibangkitkan hingga ketika malam pertama Ramadhan menghampiri, kerinduan itu langsung diwujudkan dengan menegakkan perintah dan anjuran-Nya saat Ramadhan, persis pelampiasan kerinduan seseorang kepada kekasihnya yang setahun tak bersua. 

Kedua, bergembira secara terbuka dan menyebarkannya kepada kaum muslim. Rasul menunjukkan keriangannya dan berkali-kali memompa perasaan yang sama kepada para sahabat dengan menyampaikan warta gembira, seperti dibukakannya pintu surga, pintu neraka ditutup, dan dibelenggunya para setan (HR Ahmad dan Nasa’i).

Juga adanya suatu malam yang bila beramal saat itu akan diganjar lebih baik daripada amal selama seribu bulan (QS Al-Qadr [97] : 2). Allah Swt. pun berjanji mengampuni dosa-dosa kita di masa lalu jika benar-benar berpuasa dan menegakkan malam-malam Ramadhan (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah). Tentu saja, kecuali dosa syirik, dosa-dosa besar yang memerlukan tobat khusus seperti zina, serta dosa-dosa penganiayaan manusia lain yang membutuhkan pemaafan korban lebih dulu, seperti pembunuhan (penzaliman fisik), atau korupsi dan kejahatan perdagangan (penzaliman harta).

Bergembiralah setiap hari karena Rasulullah Saw. Bersabda bahwa seseorang yang berpuasa bergembira dua kali, yakni saat berbuka dan bertemu Allah Swt. (HR Muslim). Karenanya, tiada tempat rasa sedih dan gelisah, juga bayangan akan kelaparan, atau kesulitan berdagang makanan/minuman di siang hari, serta godaan tidak mampu bekerja jika berpuasa. Hanya orang kafir dan munafik yang bermuram durja setiap Ramadhan menyapa. 

Ketiga, di akhir bulan Sya’ban Rasulullah Saw. Mengumpulkan orang-orang serta berpidato tentang keutamaan Ramadhan dan dorongan memperbanyak amal (HR Ibnu Khuzaimah).

Meskipun kondisi saat ini sedang terjadi wabah yang membuat duka seluruh dunia termasuk umat muslim, namun kita tetap harus bersyukur dan berbahagai menyambut datangnya bulan Ramadhan. Semoga Ramadhan menjadi titik tolak perubahan pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia agar semakin mendekat kepada Allah Swt. sehingga Allah Swt. mengampuni kita semua dan mengangkat wabah yang terjadi saat ini.  

(Abdul Halim Fathani, Ensiklopedi Hikmah)

12 April 2020

Rasulullah Saw. bersabda, " Bersihkanlah hartamu dengan zakat, obatilah sakitmu dengan sedekah, dan tolaklah olehmu bencana-bencana dengan doa" (HR Ibnu Mas'ud).
Sudah menjadi hukum alam bahwa setiap persoalan atau masalah pasti selalu ada jalan keluarnya , meskipun itu sangat sulit. Pun dalam menjalani kehidupan ini, kita kerap menemui masalah harta, sakit, dan bencana, sebagaimana dijelaskan hadist di atas. Semua itu akan berjalan dengan lancar jika kita mengetahui cara dan kunci dalam menjalaninya.
Memang , harta merupakan sesuatu yang dicari oleh setiap manusia. Rasulullah Saw. Sendiri secara langsung memerintahkan kepada umat Islam untuk mencari sebanyak-banyaknya. Rasulullah menegaskan, “Bekerjalah untuk kehidupan duniamu seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok.” Bahkan, Rasulullah Saw. Mencontohkan dengan kiprahnya sebagai pedagang yang sukses.
Namun demikian, Islam mengajarkan bahwa harta yang kita peroleh tidaklah merupakan sesuatu yang suci sebelum dikeluarkan zakatnya. Kewajiban ini Allah Swt. tegaskan dalam firman-Nya, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Swt. Maha mendengar lagi maha mengetahui” (QS At-Taubah [9] : 103).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa harta yang dikeluarkan zakatnya itu tidak saja membersihkan harta itu sendiri , tapi juga menyucikan dan menentramkan orang yang mengeluarkannya. Harta yang dikeluarkan zakatnya menjadi harta yang berkah, tumbuh dan berkembang dihadapan Allah Swt., meskipun secara nominal hitungan manusia berkurang.
Dan sakit merupakan salah satu fase perputaran hidup manusia. Tegasnya, sakit merupakan sebuah kepastian yang setiap  manusia akan mengalaminya. Mengenai sakit, Rasulullah Saw. Mengajarkan tidak ada satu sakitpun  yang tidak ada obatnya. Salah satu cara yang Rasulullah Saw. Contohkan , sebagaimana hadits di atas adalah dengan memperbanyak sedekah. Setiap sedekah yang kita keluarkan mengandung keberkahan dan doa. Terlebih sedekah itu diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.


Imam Muslim meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Saw. Selalu mendoakan orang yang bersedekah dengan doanya, “Ya Allah rahmatilah mereka.” Sedangkan bencana-bencana yang terjadi pada dasarnya merupakan akibat ulah tangan manusia (QS Ar-Rum [30] : 41). Karenanya, untuk menghindari bencana-bencana tersebut, kita harus menjaga lingkungan dan memperbanyak doa agar Allah Swt. menghindarkan kita dari segala bencana. Allah Swt. berfirman, “Katakanlah, ‘siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur’.” (QS Al-An’am [6] : 63).
(Abdul halim Fathani, Ensiklopedi Hikmah)

08 April 2020

Ditengah Ancaman Pandemi Virus Covid-19 yang mematikan sebagaimana yang tengah berlangsung saat ini di seluruh dunia termasuk Indonesia, banyak orang mengalami kecemasan bahkan tidak sedikit yang mengalami kepanikan. Kecemasan ini bisa terjadi  karena takut terkena virusnya, cemas tidak bisa bekerja sehingga tidak bisa mendapatkan penghasilan, dan sebagainya. Keadaan semacam ini dapat menurunkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit, virus Covid-19 misalnya yang tidak akan mematikan jika orang yang terkena virus tersebut memiliki imun atau daya tahan tubuh yang kuat. Dalam hal ini Ibnu Sina ahli kedokteran Islam pernah berkata :

الْوَهْمُ نِصْفُ الدَّاءِ , وَالْاِطْمَئِنَّانِ نِصْفُ  الدَّوَاء   
      ( Kepanikan adalah separuh penyakit, Ketenangan adalah separuh Obatnya)

Panik adalah munculnya rasa takut atau gelisah berlebihan. Panik atau cemas dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Ibnu Sina menasihati kita agar tidak mudah panik dalam situasi apapun baik aman maupun bahaya sebab panik itu sendiri bagian dari masalah kejiawaan yang dapat merusak imunitas dan sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga rentan terkena penyakit, seperti hipertensi, flu, serangan jantung, terinfeksi virus dan sebagainya.
Ibnu Sina menekankan perlunya orang memiliki ketenangan jiwa.  Dalam keadaan sehat orang yang memiliki ketenangan jiwa tidak mudah sakit. Ketenangan itu sendiri adalah benteng untuk menjaga imunitas tubuh. Ketenangan akan mudah dicapai dengan berbagai macam cara. Dalam Islam cara yang ampuh untuk mendapatkan ketenangan jiwa yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt. dalam Al-Qur’an dijelaskan pentingnya berdzikir kepada Allah, sebab senantiasa mengingat Allah akan mengahasilkan ketenangan batin yang kokoh sebagaimana Firman Allah Swt. berikut ini :

اَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُو بُ
Artinya : Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang. (QS Ar-Ra’d : 28)
Jadi sebagai hamba yang beriman kepada Allah Swt. tentu selalu mengingat Allah dengan berbagai ibadah yang ia lakukan, dan tentunya dengan semakin dekatnya ia kepada Allah ia akan merasa Allah selalu bersamanya dan melindunginya sehingga ia aman dari segala Bala dan penyakit.
Di saat terjadi wabah virus Covid-19 yang semakin hari semakin banyak yang terinfeksi, pusat-pusat ekonomi mulai tutup, usaha-usaha masyarakat terhenti sehingga menyebabkan mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan, bahkan ada yang sampai tidak bisa makan, dengan dampak yang begitu besar di rasakan maka sudah sepatutnya kita berusaha menjaga diri kita dari wabah ini dengan mengikuti  intruksi dari pemerintah dan meningkatkan Keimanan kita kepada Allah Swt, perbanyak berdzikir dan beribadah kepada Allah Swt, sehingga hati kita akan menjadi tenang dan aman dari wabah yang saat ini terjadi.
Semoga Allah Swt. segera mengakat virus Covid-19 dari Bumi ini. Amiin..



08 January 2016

Popular Posts

About Me

KUNINGAN, JAWA BARAT, Indonesia
merupakan lembaga pendidikan keagamaan. seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah (MD), Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), Pondok Tahfidz Yatim Piatu, Mejelis Ta'lim dll.