17 April 2020

Bulan Ramadhan segera menjelang, Rahmat dan ampunan Allah Swt. pun akan datang, lengkap dengan pahala-Nya yang menjulang. Di saat seperti ini, Rasulullah telah memberi sunnah.


Pertama, memperbanyak puasa sunah di bulan sya’ban (HR Bukhari). Secara eksplisit, Rasul mengajak membiasakan puasa sunah sebagai latihan menghadapi medan pertempuran melawan hawa nafsu yang sesungguhnya : puasa fardhu. Secara implisit, disunnahkan secara fisik dan kejiawaan kita dikondisikan, kesehatan dijaga, hati ditautkan. Pelan-pelan kerinduan kepada bulan suci dibangkitkan hingga ketika malam pertama Ramadhan menghampiri, kerinduan itu langsung diwujudkan dengan menegakkan perintah dan anjuran-Nya saat Ramadhan, persis pelampiasan kerinduan seseorang kepada kekasihnya yang setahun tak bersua. 

Kedua, bergembira secara terbuka dan menyebarkannya kepada kaum muslim. Rasul menunjukkan keriangannya dan berkali-kali memompa perasaan yang sama kepada para sahabat dengan menyampaikan warta gembira, seperti dibukakannya pintu surga, pintu neraka ditutup, dan dibelenggunya para setan (HR Ahmad dan Nasa’i).

Juga adanya suatu malam yang bila beramal saat itu akan diganjar lebih baik daripada amal selama seribu bulan (QS Al-Qadr [97] : 2). Allah Swt. pun berjanji mengampuni dosa-dosa kita di masa lalu jika benar-benar berpuasa dan menegakkan malam-malam Ramadhan (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah). Tentu saja, kecuali dosa syirik, dosa-dosa besar yang memerlukan tobat khusus seperti zina, serta dosa-dosa penganiayaan manusia lain yang membutuhkan pemaafan korban lebih dulu, seperti pembunuhan (penzaliman fisik), atau korupsi dan kejahatan perdagangan (penzaliman harta).

Bergembiralah setiap hari karena Rasulullah Saw. Bersabda bahwa seseorang yang berpuasa bergembira dua kali, yakni saat berbuka dan bertemu Allah Swt. (HR Muslim). Karenanya, tiada tempat rasa sedih dan gelisah, juga bayangan akan kelaparan, atau kesulitan berdagang makanan/minuman di siang hari, serta godaan tidak mampu bekerja jika berpuasa. Hanya orang kafir dan munafik yang bermuram durja setiap Ramadhan menyapa. 

Ketiga, di akhir bulan Sya’ban Rasulullah Saw. Mengumpulkan orang-orang serta berpidato tentang keutamaan Ramadhan dan dorongan memperbanyak amal (HR Ibnu Khuzaimah).

Meskipun kondisi saat ini sedang terjadi wabah yang membuat duka seluruh dunia termasuk umat muslim, namun kita tetap harus bersyukur dan berbahagai menyambut datangnya bulan Ramadhan. Semoga Ramadhan menjadi titik tolak perubahan pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia agar semakin mendekat kepada Allah Swt. sehingga Allah Swt. mengampuni kita semua dan mengangkat wabah yang terjadi saat ini.  

(Abdul Halim Fathani, Ensiklopedi Hikmah)

Popular Posts

About Me

KUNINGAN, JAWA BARAT, Indonesia
merupakan lembaga pendidikan keagamaan. seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah (MD), Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), Pondok Tahfidz Yatim Piatu, Mejelis Ta'lim dll.